PEMILU SUKSES KARENA PARTISIPASI MASYARAKAT

widya astuti

Artikel oleh : Widya Astuti, SS, M.Par. (Anggota KPU Kab. Purworejo Divisi Hukum, Pengawasan, Pencalonan dan Kampanye)

Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi yang menggunakan pemilihan umum langsung yang memberikan kesempatan bagi rakyatnya untuk memilih sendiri pemimpin mulai dari tingkat daerah sampai tingkat pusat. Jadi rakyatlah yang berperan dalam penentuan siapa yang akan memimpin bangsa ini dan yang menentukan nasib bangsa ini. Namun dalam kenyataannya yang terjadi adalah pemilu di Indonesia itu sendiri ditanggapi secara apatis oleh masyarakatnya sendiri. Ada beberapa faktor yang memicu munculnya sikap apatisme yang mendorong masyarakat untuk tidak menggunakan hak pilihnya (golput). Salah satu fenomena golput dengan persentase tinggi terjadi pada Pilgub Jateng 2013 lalu. Banyak faktor yang mempengaruhi munculnya golput, diantaranya adalah kurangnya sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat di berbagai lapisan tentang pentingnya peran serta masyarakat dalam proses pemilihan umum. Selain itu apatisme masyarakat juga timbul akibat kejenuhan dan tidak ada kepercayaan lagi terhadap politik dan para pelaku politik yang semakin menunjukkan sikap yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi.

Sosialisasi dalam rangka memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang sebuah pemilihan umum, hendaknya tidak saja pada hal-hal yang bersifat simbolis. Pihak KPU sebagai penyelenggara diharapkan mampu membuat perbaikan dan langkah-langkah maupun terobosan-terobosan baru dalam menyikapi para pelaku golput. Tim sukses yang mengusung calon maupun pasangan calon sebaiknya tidak hanya mengkampanyekan calon yang diusung tetapi juga harus mensosialisasikan pentingnya menggunakan hak pilih dalam pemilihan umum. Tanggung jawab dalam perbaikan kasus golput tidak bisa dilimpahkan pada salah satu pihak saja, karena semua unsur yang terlibat didalamnya memegang peranan yang sama pentingnya.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh KPU untuk menaikkan angka partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum legislatif tahun 2014 mendatang. Kegiatan-kegiatan ini  bertujuan untuk memberikan informasi atau pengetahuan tentang kepemiluan kepada masyarakat agar mengerti, memahami  hak  dan  kewajibannya  sebagai Warga Negara Indonesia dalam proses penyelenggaraan demokrasi. Serta menjelaskan tentang arti pentingnya pemilu dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sosialisasi Pemilu diperlukan untuk memberikan pemahaman yang utuh tentang substansi pemilu dan teknis kepemiluan kepada masyarakat. Pemahaman substansif berkaitan dengan pemenuhan hak konstitusional warga untuk dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik dan cerdas sehingga diharapkan berimplikasi positif terhadap meningkatnya tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu tahun 2014. Semua unsur memiliki tugas moral untuk menginformasikan pentingnya pemilu kepada kerabat dan sanak keluarganya demi terciptanya demokrasi yang lebih baik. Kita semua bisa menjadi agen khusus yang membantu peningkatan mutu kehidupan bernegara melalui peningkatan partisipasi pemilih dalam pemilu 2014.

Untuk menyukseskan pemilu terutama dalam hal partisipasi masyarakat, perlu diadakan pendidikan agar pengetahuan masyarakat mengenai betapa pentingnya memberikan hak suara dalam pemilu. Setiap peserta yang mengikuti pendidikan pemilu tersebut, diharapkan dapat memberikan perannya dalam menyukseskan pemilu nantinya. (Wda/Hupmas)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: